Global Warming Bukan Satu-satunya Penyebab Jakarta Tenggelam pada 2030

Sumber: Climate Central

Proyeksi peta di atas dikeluarkan oleh Climate Central yang merupakan lembaga yang berkonsentrasi pada lingkungan hidup. Wilayah warna merah (pesisir) merupakan daerah yang diprediksi akan tenggelam pada 2030.

Adapun proyeksi wilayah Jakarta yang akan tenggelam meliputi Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, hingga Jakarta Selatan.

Riset dari berbagai sumber menyebutkan bahwa sebagian wilayah Jakarta akan tenggelam pada 2030. Beberapa riset menyatakan bahwa penyebabnya adalah global warming atau pemanasan global.

Suhu bumi yang meningkat menyebabkan mencairnya es di kutub utara dan menyebabkan naiknya permukaan air laut. Hasil studi ini bukan satu-satunya penyebab tenggelamnya Jakarta pada tahun mendatang.

Ada beberapa faktor lain yang menjadi penyebab tenggelamnya wilayah Jakarta, di antaranya:

1. Penurunan Permukaan Tanah

Para peneliti bidang geodesi dari ITB menyatakan bahwa penurunan permukaan tanah sudah terjadi setiap tahun. Tak hanya Jakarta Utara yang akan turun permukaan tanahnya sebanyak 12cm, tapi wilayah lainnya. Jakarta Barat turun 15cm per tahun, Jakarta Timur 10cm, Jakarta Pusat 2cm, dan Jakarta Selatan 1 cm per tahun. Dengan rata-rata penurunan yang mencapai sekitar 8 cm per tahun di seluruh wilayah Jakarta, ditambah dengan kenaikan muka air laut, Jakarta akan berada di bawah permukaan laut pada tahun 2030. Penyebab pnurunan permukaan tanah: 1) pengambilan air tanah berlebihan dan 2) pesatnya pembangunan.

NASA dan beberapa peneliti yang sepakat pemompaan air tanah secara terus menerus mengakibatkan pemampatan tanah yang mengakibatkan penurunan tanah. Pemampatan tanah adalah proses di mana berbatuan serta lapisan tanah di bawah permukaan bumi kehilangan kandungan airnya. Ketika kandungan air hilang, pori-pori pada batuan yang awalnya terisi air pun akan lenyap. Hal tersebut membuat tekstur tanah memadat dan volumenya berkurang.

Salah satu penyebab eksploitasi berlebihan air tanah karena sebanyak 60% warga Jakarta masih menggunakan air tanah untuk kebutuhan sehari-hari. Fungsi PDAM hanya mampu mengakomodasi sekitar 40% saja.

Alasan kedua, permukaan Jakarta turun adalah sebagai Ibu Kota yang memiliki tingkat pembangunan terpesat beragam pusat ekonomi berupa infrastruktur. Kepadatan penduduk juga menjadi salah satu menyebab pesatnya pembangunan.

Keberadaan gedung-gedung tinggi berbeton juga menjadi sebab menurunnya permukaan tanah. Belum lagi fakta terkait gedung-gedung tinggi yang turut mengandalkan air tanah, hal tersebut memicu penurunan tanah. Pembangunan juga semakin mempersempit eksistensi ruang terbuka hijau sebagai penyerap air sehingga permukaan air tanah turun lebih cepat lagi.

2. Naiknya Permukaan Air Laut

Pemanasan global menyebabkan wilayah kutub yang terdiri dari es mencair dan menyebabkan kenaikan permukaan laut. Permukaan air laut diproyeksikan naik sekitar 2mm per tahun, dan turut mempengaruhi tenggelamnya wilayah Jakarta pada tahun 2030. Pada jangka waktu lebih panjang lagi, pengaruh kenaikan air laut akan berdampak pada seluruh wilayah di bumi, kenaikannya diprediksi mencapai 3,2 meter, dan menyebabkan jutaan orang bermigrasi. Saat ini salah satu upaya mitigasi tenggelamnya Jakarta telah dilakukan pemerintah, di antaranya pembangunan tanggul laut raksasa yang terletak di pesisir Jakarta yang saat ini masih dalam proses desain oleh PUPR.

Lalu apa yang kita bisa lakukan? setidaknya mulailah gaya hidup ramah lingkungan seperti Nazava Riam agar tidak berkontribusi pada pemanasan global.

Ayo mulai gaya hidup ramah lingkungan dengan pakai produk berkelanjutan. Share artikel ini untuk menyebarkan kesadaran penyelamatan lingkungan. Langkah kecil untuk menyelamatkan lingkungan akan berarti banyak bagi keberlangsungan bumi kita tercinta.

 

Bagaimana? Apakah kamu takut kalau Jakarta benar-benar tenggelam. Share pandanganmu terkait hal ini di kolom komentar, ya!

 

 

“80-90 persen penyebab penurunan tanah karena itu (pengambilan air tanah),” -Peneliti ITB

“Ibu Kota harus mengurangi penyedotan air tanah. Sebab hal tersebut berdampak pada pelambatan penurunan muka tanah.” -Anies Baswedan

“Jika, pada kenyataannya, permukaan laut naik dua setengah kaki lagi (sekitar 0,7 meter), Anda akan melihat jutaan orang bermigrasi, memperebutkan tanah yang subur,” -Joe Biden