Masalah dan Solusi Air Sumur

Air sumur saya kalau keluar dari pompa jernih tapi setelah beberapa jam terdapat endapan kuning

Penyebab

Endapan kuning, merah atau merah kecoklatan yang muncul dari air yang sebelumnya jernih disebabkan oleh kadar besi yang tinggi. Kalau air baru keluar dari keran,kandungan besi masih terlarut sehingga tidak terlihat. Jika air sudah bercampur dengan udara, kandungan besi yang terlarut menjadi butir butir karat. Butiran itu akhirnya mengendap. Kadang kadang juga muncul satu lapis minyak di permukaan air. 

Solusi

Solusi untuk kebutuhan MCK, Jika air dari awal memang jernih, cukup hanya memasang satu saringan air yang di-isi dengan pasir manganese . Pasir manganese ini dapat menyerap besi. Pasir manganese harus dibersihkan kalau sudah kotor dengan  cara tabung filternya dibackwash (dibias). Sebaiknya setiap bulan pasir manganese diaktifkan supaya penjernih air lebih awet. 

Pengaktifkan  bisa dilakukan dengan menggunakan cairan KMNO4. Nazava bisa mengetes kadar besi air anda dan manganese.  Tes ini juga dapat dilakukan di Lab dari Dinas Kesehatan di daerah anda. 

Setlah disaring filter manganese air bisa difilter dengen penyaring air Nazava untuk minum 

Air PDAM berbau kaporit

Penyebab

PDAM menggunakan kaporit untuk membunuh kuman.

Solusi
Solusi A: Untuk semua rumah: pakai saringan air Nazava Karbon. untuk kapasitas besar. Untuk kapasitas sedang bisa pakai juga pembersih air housing dan karbon block

Solusi B: Untuk air minum dan masak: pakai saringan air Nazava untuk minum seperti Bening Satu. Saringan air ini menyediakan air yang langsung siap minum dan juga bisa digunakan untuk membuat kopi, cuci sayuran dan buahan dan lain lain

Air saya keruh

Penyebab
Sumur tidak dalam, alasan geologis dll

Solusi
Solusi untuk MCK: Untuk menjernihkan air untuk kebutuhan MCK, solusi paling hemat adalah saringan air pasir silika yang berfungsi sebagai penjernih air. Saringan air ini dapat digunakan lebih kurang 5 tahun. Dan selama waktu itu, media tidak perlu diganti. Namun saringan air pasir silika harus dibackwash (dibersihkan) sekurang-kurangnya seminggu sekali. 

Solusi untuk air minum: Untuk kebutuhan air minum dan masak. Air keruh bisa disaring langsung dengan filter air minum Nazava . Kalau air sanggat keruh sebaiknya air diendapkan dulu sebelum dimasukkan ke dalam alat penyaring air.

Air saya kuning

Penyebab

Air di rumah kami kuning dan ada lapisan minyak pada permukaannya. Penyebab: Warna kuning disebabkankan oleh kadar besi yang tinggi dan tidak larut di air. Dan minyak disebabkan oleh bakteri (kuman) yang memakan besi itu. Kuman memakan besi yang larut dan menyebabkankan karat.

Solusi

Saringan air pasir silika untuk menyaring besi yang tidak larut (yang mengakibatkan warna kuning) digabung dengan satu  saringan air yang di-isi dengan pasir manganese
untuk menyerap besi yang larut. Untuk itu perlu 2 tabung penjernih air.  Kami tidak menyarankan untuk campur pasir dan pasir manganese dalam satu tabung karena kalau begitu media akan kurang awet. 

Di bak mandi sering muncul lapisan hitam

Penyebab

Kadar Mangan dalam air yang tinggi

Solusi

Solusi untuk kebutuhan MCK, Jika air dari awal memang jernih, cukup hanya memasang satu saringan air yang di-isi dengan pasir manganese . Pasir manganese ini dapat menyerap besi. Pasir manganese harus dibersihkan kalau sudah kotor dengan  cara tabung filternya dibackwash (dibias). Sebaiknya setiap bulan pasir manganese diaktifkan supaya penjernih air lebih awet. 

Pengaktifkan  bisa dilakukan dengan menggunakan cairan KMNO4. Nazava bisa mengetes kadar besi air anda dan manganese.  Tes ini juga dapat dilakukan di Lab dari Dinas Kesehatan di daerah anda. 

Untuk air yang dari awal sudah keruh, saringan air pasir silika dapat digunakan untuk menyaring kotoran yang tidak larut (yang menyebabkankan kekeruhan) dan saringan air manganese untuk menyerap mangan yang larut.

Air sumur berbau telur busuk

Penyebab
Sumur terlalu dekat dengan tangki septik atau terdapat tanam-tanaman yang tertimbun pada lapisan tanah jauh sebelum sumur dibuat yang bisa saja dulunya daerah itu bekas sawah atau hutan.

Solusi
Umumnya bau ini dapat diatasi menggunakan saringan air pasir silika . Jika tidak mampu, kami menyarankan untuk mengetes kadar H2S (hydrogensulfide), besi dan juga mangan. Jika kadar H2S tinggi, tapi besi dan mangan rendah, kami menyarankan untuk menggunakan  saringan air pasir silika dan filter air  Nazava Karbon.atau  pembersih air housing dan karbon block. Jika kadar H2S dan besi dan mangan tinggi kami menyarankan untuk menggunakan  saringan air pasir silika digabung dengan  saringan air pasir manganese dan mungkin juga saringan air Nazava Karbon.


Pemahaman Lebih Lanjut Tentang Ilmu Pengetahuan & Permasalahan Kualitas Air

Parameter fisik air minum umumnya berupa benda-benda yang dapat kita gunakan sesuai dengan indera perasa kita: Parameter fisik tidak berdampak langsung terhadap kesehatan. Namun, keberadaan pencemar fisik dapat menunjukkan resiko pencemaran mikrobiologi dan bahan kimia yang besar dan dapat membahayakan kesehatan manusia.

Secara umum, kami berpendapat bahwa air minum dikategorikan memiliki kualitas fisik yang bagus apabila:

1.           Jernih

2.           Memiliki rasa yang bagus

3.           Tidak berbau

4.           Dingin (suhunya sama dengan lingkungan sekitar)

Berdasarkan hasil Pengujian Penyaring Air khusus, parameter tersebut ditampilkan seperti berikut ini:

fisikapng

Bau dan Rasa

Kekeruhan disebabkan oleh padatan tersuspensi, seperti pasir, endapan lumpur dan tanah liat, yang mengambang di air. Cahaya memantulkan partikel-partikel tersebut, yang membuat air terlihat keruh atau kotor. Kekeruhan diukur dengan menggunakan unit kekeruhan nefelometrik (NTU) atau unit kekeruhan formazin (FTU).

Kekeruhan

Kekeruhan disebabkan oleh padatan tersuspensi, seperti pasir, endapan lumpur dan tanah liat, yang mengambang di air. Cahaya memantulkan partikel-partikel tersebut, yang membuat air terlihat keruh atau kotor. Kekeruhan diukur dengan menggunakan unit kekeruhan nefelometrik (NTU) atau unit kekeruhan formazin (FTU).

Kekeruhan tidak akan membuat Anda sakit; namun, kadar kekeruhan yang tinggi seringkali dikaitkan dengan kadar mikroorganisme yang lebih tinggi (yakni, bakteri, virus, protozoa) karena mereka melekat sendiri pada partikel-partikel di dalam air. Oleh karena itu, kami harus berhati-hati terhadap air keruh karena umumnya air keruh memiliki lebih banyak patogen, sehingga dengan meminumnya akan meningkatkan peluang untuk sakit. Air keruh dapat disaring dengan filter air Nazava. 

TDS

Total padatan yang larut (TDS) adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan tentang garam anorganik (terutama natrium klorida, kalsium, magnesium, dan kalium) dan sejumlah bahan organik yang larut dalam air. Secara teknis, zat apapun yang larut dalam air dapat berkontribusi dengan kadar TDS.

TDS adalah ukuran untuk kandungan bahan kimia, namun terdaftar sebagai aspek fisik karena dikategorikan sebagai konduktivitas listrik. Selama air tidak terasa asin, TDS tidak membahayakan kesehatan.

•  Tawar : <1.000 mg/L TDS

•  Payau : 1.000±5.000 mg/L TDS

•  Sangat Payau : 5.000±15.000 mg/L TDS

•  Salina : 15.000±30.000 mg/L TDS

•  Air Laut : 30.000±40.000 mg/L TDS

Dampak Kesehatan yang Potensial

Meskipun tidak ada dampak langsung terhadap kesehatan dengan meminum air yang memiliki konsentrasi TDS tinggi, namun keberadaan padatan yang larut dalam air dapat menimbulkan efek rasa. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2003), status air minum telah dinilai oleh panel ahli penguji coba terkait dengan konsentrasi TDS sebagai berikut :

•  Sempurna: <300 mg/L

•  Baik: 300-600 mg/L

•  Cukup: 600-900 mg/L

•  Buruk: 900-1.200 mg/L

•  Tidak dapat diterima: >1.200 mg/L

Sebagian orang ada yang merasakan asin pada air minum dengan kadar sekitar 500 mg/L. Hal ini membuat mereka tidak ingin menggunakannya lagi dan lebih memilih air yang lain, yang kemungkinan sudah tercemar sumber airnya. Air dengan konsentrasi TDS yang sangat rendah (misalnya, air hujan) juga tidak dapat diterima karena rasanya yang tawar.

Standar Baku Mutu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak memiliki standar khusus untuk padatan yang terlarut karena padatan ini terjadi pada air minum dengan konsentrasi rendah dimana dampak terhadap kesehatan bisa saja terjadi. Sebagian besar orang akan menolak air minum tersebut disebabkan oleh baunya, rasanya, dan warnanya yang kadarnya jauh lebih rendah dari yang dibutuhkan. Orang-orang umumnya tidak suka dengan rasa air yang memiliki kadar TDS lebih dari 600 mg/L (WHO, 2011).

Opsi Pengolahan Air Rumah Tangga

Tidak ada opsi pengolahan praktis untuk air rumah tangga yang dapat menghilangkan seluruh padatan yang larut dalam air minum. Filter Air Nazava  tidak mengurangi karena bahan kimia dan materi organik larut dalam air. Kami menyarankan untuk menggunakan air hujan jika kadar TDS terlalu tinggi. Air hujan adalah sumber yang baik untuk diminum setalah disaring dengan filter air Nazava. 

Referensi
•  UNICEF (2008). UNICEF Handbook on Water Quality. UNICEF, New York, USA.
•  Water Quality Association (n.d.). Water Classification. 
•  World Health Organization (2003). Total Dissolved Solids in Drinking-Water
•  Background Document for Development of WHO Guidelines for Drinking-Water Quality. WHO, Geneva, Switzerland
•  World Health Organization (2011). Guidelines for Drinking-Water Quality, Fourth Edition, WHO, Geneva, Switzerland. 

ASPEK KIMIA

Air dapat mengandung bahan kimia yang bisa saja menguntungkan namun bisa juga berbahaya bagi kesehatan kita. Banyak cara dimana bahan kimia dapat masuk ke dalam pasokan air minum melalui proses alami yang berbeda dan aktivitas manusia. Bahan kimia terbentuk secara alami, seperti arsenik, fluorida, zat besi dan mangan, yang umumnya ditemukan pada air tanah. Aktivitas manusia dapat menambah bahan kimia lain ke dalam pasokan air, seperti nitrogen dan pestisida. Di Indonesia, ada peningkatan aktivitas industri yang tidak menyimpang dari standar dan peraturan lingkungan. Hasilnya, sumber air yang tercemar oleh limbah bahan kimia industri menjadi bertambah banyak.

Bahan Kimia Utama

Tidak seperti pencemaran mikrobiologi, sebagian besar bahan kimia dalam air minum akan berdampak terhadap kesehatan setelah pemakaian jangka panjang. Kontaminasi bahan kimia seringkali terjadi tanpa disadari hingga akhirnya penyakit itu diderita sampai tingkat kronis. Besarnya pengaruh terhadap kesehatan tergantung pada bahan kimia itu sendiri dan konsentrasinya, serta pemakaian jangka panjang. Hanya sedikit bahan kimia yang dapat menimbulkan masalah pada kesehatan setelah pemakaian jangka pendek, seperti nitrat, kecuali kontaminasi pasokan air minum yang banyak (WHO, 2011).

Tidak mungkin menguji seluruh bahan kimia yang terkandung dalam air yang dapat menimbulkan masalah kesehatan. Sebagian besar bahan kimia jarang terkandung di dalamnya, dan hasil dari kontaminasi manusia di wilayah terpencil hanya berpengaruh sedikit terhadap sumber air.

Namun, 3 (tiga) jenis bahan kimia berpotensi untuk menjadi penyebab masalah kesehatan dan sudah tersebar di beberapa wilayah besar. Bahan kimia tersebut adalah arsenik dan fluorida, nitrat dan mangan. Arsenik dan fluorida jarang ada di Indonesia. Namun, banyak konsumen di Indonesia yang sangat memperhatikan kalsium (atau zat pengeras) dan zat besi dimana kedua bahan kimia tersebut tidak beresiko terhadap kesehatan.

pH air tanah tidak pernah bermasalah. Dibawah ini adalah penjelasan yang lebih lengkap tentang sifat-sifat bahan kimia yang utama dari unsur-unsur yang berpotensi menimbulkan bahaya: Mangan dan nitrat. Dua hal yang dipermasalahkan adalah Kalsium (zat pengeras) dan Zat Besi serta keasaman/alkalinitas (pH).

Bahan Kimia Utama : Mangan  

Mangan dapat ditemukan secara alami dalam air tanah dan air permukaan. Umumnya, mangan terbentuk bersamaan dengan zat besi. Namun, aktivitas manusia juga dapat menjadi penyebab kontaminasi mangan di beberapa wilayah.

Konsentrasi mangan yang tinggi dapat mengubah warna air menjadi hitam. Hal ini juga menyebabkan rasa air berubah, mengotori pipa air dan binatu, serta membentuk lapisan pada pipa air. Beberapa jenis bakteri memakan mangan dan menyisakan endapan berwarna coklat-hitam yang juga dapat menyumbat pipa.

Dampak Kesehatan

Manusia hanya membutuhkan sedikit mangan untuk membuat tubuhnya agar tetap sehat, dan makanan menjadi sumber utama mangan bagi manusia. Namun, terlalu banyak mangan dapat menimbulkan efek syaraf yang merugikan khususnya pada anak-anak dan orang tua (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2072823/)

Panduan Organisasi Kesehatan Dunia

Mangan dianggap sebagai faktor kesehatan yang semakin penting. WHO tidak menetapkan nilai panduan tetapi memberikan standar nilai 0,4 mg/l.

Opsi Pengolahan Air Rumah Tangga

Filter Air Nazava dapat menyaring hingga 50% dari mangan yang terkandung dalam air minum. Kelebihan mangan dapat diserap melalui penjernih air Nazava Mangan. Di beberapa wilayah, kandungan mangannya sangat tinggi, lebih dari 1 mg/l. Disarankan untuk menggunakan air hujan. Air hujan selalu aman untuk diminum setelah disaring oleh filter air minum Nazava.

Bahan Kimia Utama: Nitrat dan Nitrit

Nitrat dan nitrit adalah bahan kimia yang terbentuk secara alami di lingkungan. Nitrat (NO3-) adalah nutrisi tumbuhan yang penting dan ditemukan dengan konsentrasi yang berbeda di seluruh tanaman. Nitrit (NO2-) umumnya tidak ditemukan pada konsentrasi yang signifikan di lingkungan, karena nitrat merupakan bahan kimia yang lebih stabil.

Dampak Kesehatan

Kadar nitrat dan nitrit yang tinggi dapat menyebabkan penyakit yang serius. Masalah kesehatan yang utama adalah metaemoglobinaemia, atau sindrom bayi biru, yang terjadi pada bayi yang diberi susu formula dengan air minum di botol. Ini membuat mereka sulit bernapas dan kulitnya berubah menjadi biru karena kekurangan oksigen. Ini bukan penyakit biasa.

Standar Organisasi Kesehatan Dunia

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan bahwa air minum harus memiliki kadar nitrat kurang dari 50 mg/L dan kadar nitrit 3 mg/L agar terlindung dari metaemoglobinaemia pada botol minum bayi (penggunaan jangka pendek). Selain itu, jumlah rasio konsentrasi masing-masing bahan kimia tersebut sesuai dengan nilai standarnya adalah tidak melebihi 1 (WHO, 2011).

Di sebagian besar negara, kadar nitrat pada air permukaan tidak lebih dari 10 mg/L, meskipun kadar nitrat pada air sumur seringkali melebihi 50 mg/L. Standar WHO ditetapkan secara khusus untuk botol minum bayi yang sangat peka terhadap nitrat dan nitrit dalam air minum. Oleh karena itu, nilai standar sudah lebih dari cukup untuk anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa (WHO, 2011).

Opsi Pengolahan Air Rumah Tangga

Cara terbaik untuk mengolah nitrat dan nitrit pada air tanah atau air permukaan adalah dengan menggunakan sumber air minum yang berbeda, seperti air hujan.

Kadar nitrat yang tinggi seringkali dihubungkan dengan kadar kontaminasi mikrobiologi yang lebih tinggi karena nitrat bisa berasal dari pupuk atau kotoran. Jika kadar nitrat tinggi, maka orang-orang hendaknya membersihkan air mereka untuk menghilangkan kontaminasi mikrobiologi yang potensial.

Risiko anggapan : Zat Besi

Zat besi dapat ditemukan secara alami pada air tanah dan beberapa air permukaan (seperti anak sungai, sungai dan sumur yang dangkal). Ada beberapa wilayah di dunia yang memiliki kadar zat besi tinggi secara alami pada air tanahnya. Zat besi juga dapat ditemukan pada air minum yang mengalir melewati baja berkarat atau pipa besi cor.

Zat besi dapat berbentuk 2 (dua) jenis di dalam air: larut dan tersuspensi. Jika air tanah berasal dari sumur tabung yang dalam, maka zat besi akan dapat larut dan tidak terlihat. Namun, jika zat besi tersingkap di udara, maka umumnya akan mengubah warna air menjadi hitam atau oranye. Jika air permukaan mengandung zat besi, maka warnanya akan berubah menjadi oranye kemerah-merahan karena kandungan zat besi yang tersuspensi di dalam air.

Zat besi merupakan gangguan ± kadar tinggi yang dapat menyebabkan warna dan rasa berubah serta dapat menimbulkan noda pada makanan yang dimasak, pipa air, dan binatu. Beberapa jenis bakteri menggunakan zat besi yang dapat larut sebagai sumber energi dan menyisakan endapan berwarna merah berlumpur yang dapat menyumbat pipa air.

Dampak Kesehatan

Air minum dengan konsentrasi zat besi tinggi tidak akan membuat orang sakit. Namun, zat besi dapat mengubah warna dan bau air serta dapat membuat orang tidak ingin menggunakannya lagi dan memilih air yang lain, yang kemungkinan sudah tercemar sumber airnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak memiliki nilai standar untuk zat besi pada air minum karena zat besi ini tidak menimbulkan dampak yang berbahaya bagi kesehatan (WHO, 2011).

Kadar zat besi diatas 0,3 mg/L dapat mengotori pipa air dan pakaian selama proses pencucian.

Opsi Pengolahan Air Rumah Tangga

Filter air minum Nazava, yang dirancang untuk menghilangkan patogen, juga dapat digunakan untuk menghilangkan 80% zat besi dari air minum. Kadar zat besi yang tinggi dapat mengakibatkan penyaring air tersumbat dengan cepat. Jika kandungan zat besinya tinggi disarankan untuk mengendapkan air terlebih dahulu.

Resiko Anggapan (yang salah): Kapur (Kalsium dan Magnesium (Kesadahan) dalam air

Kalsium dan magnesium yang membentuk pengerasan terdapat pada banyak batuan sedimen, sebagian besar terdapat pada batu kapur dan kapur. Kalsium dan magnesium umumnya merupakan kandungan mineral yang penting dalam makanan.

Dampak Kesehatan yang Potensial

Kandungan kalsium dianggap sebagai masalah utama di beberapa wilayah di Indonesia karena dipercaya berkaitan dengan batu ginjal. Air keras dapat menimbulkan skala pada ketel uap dan membuat sabun menjadi lebih sulit untuk larut. Pengendapan kalsium dari air keras juga dapat menghambat pipa dan merusak unsur-unsur pemanas mesin cuci. Namun, berdasarkan kajian literatur yang dilakukan oleh WHO, kalsium diet dapat mengurangi timbulnya batu ginjal . Para ilmuwan tidak yakin bahwa dengan memakan makanan khusus dapat menyebabkan penyakit batu ginjal pada orang yang rentan. Orang-orang yang tidak minum cukup cairan juga dapat terkena resiko batu ginjal karena urinnya lebih pekat.  

Meskipun mengkonsumsi kalsium yang banyak pada makanan dan minuman tidak ada hubungannya dengan resiko kesehatan, namun mengkonsumsi kalsium yang terlalu sedikit juga berpengaruh terhadap resiko osteoporosis, nefrolitiasis (batu ginjal), kanker kolorektal, hipertensi dan stroke, penyakit jantung koroner, resistensi insulin dan obesitas.

Konsumsi kalsium rata-rata harian untuk anak sekolah dasar di Bandung diketahui hanya 228 mg/l dimana konsumsi yang disarankan adalah 800-1300 mg per hari. Seluruh anak rata-rata kekurangan Kalsium. Kalsium yang terkandung dalam air akan diserap secara efektif oleh tubuh dan sifatnya seefektif kalsium dari susu untuk pembentukan tulang serta dapat mengurangi osteoporosis. Karena begitu pentingnya Kalsium dan akan menjadi masalah besar jika kekurangan Kalsium, maka sumber air yang kaya akan kalsium dapat dianggap sebagai faktor yang paling penting.                                

Standar Baku Mutu Organisasi Kesehatan Dunia

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak menetapkan standar kadar kalsium dan/atau magnesium dalam air minum karena tidak ada dampak kesehatan yang merugikan (WHO, 2011). 

Air yang mengandung kapur bisa diminum dengan aman setelah disaring filter air Nazava seperti filter air Bening 1

Resiko Anggapan : pH

pH adalah kadar keasaman atau alkalinitas dalam air. pH untuk air minum umumnya antara 6,5 dan 8,0. Air pada 25°C  dengan pH kurang dari 7,0 dianggap mengandung keasaman, sedangkan pH lebih dari 7,0 dianggap sebagai pH dasar (alkalin). Jika kadar pH adalah 7,0, maka air diangggap memiliki pH netral.

phjpg

Dampak Kesehatan yang Potensial

Tidak ada dampak kesehatan langsung terhadap pH dengan kadar normal yang ditemukan pada air minum.

Standar Organisasi Kesehatan Dunia

Tidak ada standar nilai Organisasi Kesehatan Dunia untuk pH karena tidak menimbulkan dampak terhadap kesehatan dengan kadar yang ditemukan pada air minum. Namun, WHO mencatat bahwa pH merupakan parameter kualitas air operasional yang penting (WHO, 2011). 

Metode Pengujian Kualitas Air

pH dapat diuji dengan menggunakan laboratorium komersial atau alat uji portabel. pH dapat diuji dengan mudah di lokasi dengan menggunakan meter pH digital atau alat penguji. 

Air dengan pH yang tinggi dan juga air dengan pH yang rendah bisa diminum dengan aman seteleh difilter dengan penyaring air Minum Nazava.

Referensi
•  United Nations Environment Programme and the World Health Organization (1996). Water
•  Quality Monitoring – A Practical Guide to the Design and Implementation of Freshwater Quality Studies and Monitoring Programmes. EF&N Spon, an imprint of Chapman & Hall, London, UK.
 UNICEF (2008). UNICEF Handbook on Water Quality, UNICEF, New York, USA. 
 UNICEF (2010). Technical Bulletin No.6, Water Quality Assessment and Monitoring, UNICEF, Supply Division, Copenhagen, Denmark
•  World Health Organization (1997). Guidelines for Drinking Water Quality, Second Edition, Volume 3, Surveillance and Control of Community Supplies. WHO, Geneva, Switzerland
 World Health Organization (2011). Guidelines for Drinking-Water Quality, Fourth Edition, WHO, Geneva, Switzerland
 World Health Organization (2012). Rapid Assessment of Drinking-Water Quality: A Handbook for Implementation. WHO, Geneva, Switzerland

Aspek Bakteriologi

Secara alami, air mengandung banyak makhluk hidup. Sebagian besar berbahaya atau bahkan menguntungkan, tetapi yang lainnya dapat juga menimbulkan penyakit. Makhluk hidup yang dapat menimbulkan penyakit juga dikenal sebagai patogen. Kadangkala patogen disebut dengan nama lain, seperti mikroorganisme, mikroba atau kutu busuk, tergantung pada bahasa lokal atau negara yang bersangkutan.

Meskipun ada beberapa zat pencemar di dalam air yang berbahaya bagi manusia, namun prioritas utama adalah memastikan bahwa air minum bebas dari patogen. Resiko terbesar bagi kesehatan masyarakat umum terhadap mikroorganisme di dalam air yang berhubungan dengan air minum dicemarkan oleh kotoran manusia dan hewan (WHO, 2011).

Di Indonesia, sekitar 24.000 anak dibawah umur 5 tahun meninggal setiap tahunnya dikarenakan menderita penyakit diare dan jumlah yang banyak ini berkaitan dengan air, sanitasi dan kebersihan. Bagi setiap anak yang meninggal dunia, tidak memandang apakah dia menderita gizi buruk ataupun berpendidikan rendah.

Standar baku mutu WHO untuk Zat Pencemar Mikrobiologi

Panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Kualitas Air Minum mengusulkan bahwa seluruh air yang ditujukan untuk diminum harus memiliki kontaminasi kotoran nol dalam 100 mL sampel (WHO, 2011). Escherichia coli (juga dikenal sebagai E. coli) adalah organisme indikator yang dipilih untuk menunjukkan bahwa tidak ada kontaminasi kotoran di dalam air minum.

Opsi Pengolahan Air Rumah Tangga

Filter air Nazava sangat efektif untuk menghilangkan bakteri dari air minum. Air setelah filter Nazava telah diuji coba di banyak laboratorium

masalah sumur

Masalah dan Solusi Air Sumur

Air sumur saya kalau keluar dari pompa jernih tapi setelah beberapa jam terdapat endapan kuning

Penyebab

Endapan kuning, merah atau merah kecoklatan yang muncul dari air yang sebelumnya jernih disebabkan oleh kadar besi yang tinggi. Kalau air baru keluar dari keran,kandungan besi masih terlarut sehingga tidak terlihat. Jika air sudah bercampur dengan udara, kandungan besi yang terlarut menjadi butir butir karat. Butiran itu akhirnya mengendap. Kadang kadang juga muncul satu lapis minyak di permukaan air. 

Solusi

Solusi untuk kebutuhan MCK, Jika air dari awal memang jernih, cukup hanya memasang satu saringan air yang di-isi dengan pasir manganese . Pasir manganese ini dapat menyerap besi. Pasir manganese harus dibersihkan kalau sudah kotor dengan  cara tabung filternya dibackwash (dibias). Sebaiknya setiap bulan pasir manganese diaktifkan supaya penjernih air lebih awet. 

Pengaktifkan  bisa dilakukan dengan menggunakan cairan KMNO4. Nazava bisa mengetes kadar besi air anda dan manganese.  Tes ini juga dapat dilakukan di Lab dari Dinas Kesehatan di daerah anda. 

Setlah disaring filter manganese air bisa difilter dengen penyaring air Nazava untuk minum 

Air PDAM berbau kaporit

Penyebab

PDAM menggunakan kaporit untuk membunuh kuman.

Solusi
Solusi A: Untuk semua rumah: pakai saringan air Nazava Karbon. untuk kapasitas besar. Untuk kapasitas sedang bisa pakai juga pembersih air housing dan karbon block

Solusi B: Untuk air minum dan masak: pakai saringan air Nazava untuk minum seperti Bening Satu. Saringan air ini menyediakan air yang langsung siap minum dan juga bisa digunakan untuk membuat kopi, cuci sayuran dan buahan dan lain lain

Air saya keruh

Penyebab
Sumur tidak dalam, alasan geologis dll

Solusi
Solusi untuk MCK: Untuk menjernihkan air untuk kebutuhan MCK, solusi paling hemat adalah saringan air pasir silika yang berfungsi sebagai penjernih air. Saringan air ini dapat digunakan lebih kurang 5 tahun. Dan selama waktu itu, media tidak perlu diganti. Namun saringan air pasir silika harus dibackwash (dibersihkan) sekurang-kurangnya seminggu sekali. 

Solusi untuk air minum: Untuk kebutuhan air minum dan masak. Air keruh bisa disaring langsung dengan filter air minum Nazava . Kalau air sanggat keruh sebaiknya air diendapkan dulu sebelum dimasukkan ke dalam alat penyaring air.

Air saya kuning

Penyebab

Air di rumah kami kuning dan ada lapisan minyak pada permukaannya. Penyebab: Warna kuning disebabkankan oleh kadar besi yang tinggi dan tidak larut di air. Dan minyak disebabkan oleh bakteri (kuman) yang memakan besi itu. Kuman memakan besi yang larut dan menyebabkankan karat.

Solusi

Saringan air pasir silika untuk menyaring besi yang tidak larut (yang mengakibatkan warna kuning) digabung dengan satu  saringan air yang di-isi dengan pasir manganese
untuk menyerap besi yang larut. Untuk itu perlu 2 tabung penjernih air.  Kami tidak menyarankan untuk campur pasir dan pasir manganese dalam satu tabung karena kalau begitu media akan kurang awet. 

Di bak mandi sering muncul lapisan hitam

Penyebab

Kadar Mangan dalam air yang tinggi

Solusi

Solusi untuk kebutuhan MCK, Jika air dari awal memang jernih, cukup hanya memasang satu saringan air yang di-isi dengan pasir manganese . Pasir manganese ini dapat menyerap besi. Pasir manganese harus dibersihkan kalau sudah kotor dengan  cara tabung filternya dibackwash (dibias). Sebaiknya setiap bulan pasir manganese diaktifkan supaya penjernih air lebih awet. 

Pengaktifkan  bisa dilakukan dengan menggunakan cairan KMNO4. Nazava bisa mengetes kadar besi air anda dan manganese.  Tes ini juga dapat dilakukan di Lab dari Dinas Kesehatan di daerah anda. 

Untuk air yang dari awal sudah keruh, saringan air pasir silika dapat digunakan untuk menyaring kotoran yang tidak larut (yang menyebabkankan kekeruhan) dan saringan air manganese untuk menyerap mangan yang larut.

Air sumur berbau telur busuk

Penyebab
Sumur terlalu dekat dengan tangki septik atau terdapat tanam-tanaman yang tertimbun pada lapisan tanah jauh sebelum sumur dibuat yang bisa saja dulunya daerah itu bekas sawah atau hutan.

Solusi
Umumnya bau ini dapat diatasi menggunakan saringan air pasir silika . Jika tidak mampu, kami menyarankan untuk mengetes kadar H2S (hydrogensulfide), besi dan juga mangan. Jika kadar H2S tinggi, tapi besi dan mangan rendah, kami menyarankan untuk menggunakan  saringan air pasir silika dan filter air  Nazava Karbon.atau  pembersih air housing dan karbon block. Jika kadar H2S dan besi dan mangan tinggi kami menyarankan untuk menggunakan  saringan air pasir silika digabung dengan  saringan air pasir manganese dan mungkin juga saringan air Nazava Karbon.


Pemahaman Lebih Lanjut Tentang Ilmu Pengetahuan & Permasalahan Kualitas Air

Parameter fisik air minum umumnya berupa benda-benda yang dapat kita gunakan sesuai dengan indera perasa kita: Parameter fisik tidak berdampak langsung terhadap kesehatan. Namun, keberadaan pencemar fisik dapat menunjukkan resiko pencemaran mikrobiologi dan bahan kimia yang besar dan dapat membahayakan kesehatan manusia.

Secara umum, kami berpendapat bahwa air minum dikategorikan memiliki kualitas fisik yang bagus apabila:

1.           Jernih

2.           Memiliki rasa yang bagus

3.           Tidak berbau

4.           Dingin (suhunya sama dengan lingkungan sekitar)

Berdasarkan hasil Pengujian Penyaring Air khusus, parameter tersebut ditampilkan seperti berikut ini:

fisikapng

Bau dan Rasa

Kekeruhan disebabkan oleh padatan tersuspensi, seperti pasir, endapan lumpur dan tanah liat, yang mengambang di air. Cahaya memantulkan partikel-partikel tersebut, yang membuat air terlihat keruh atau kotor. Kekeruhan diukur dengan menggunakan unit kekeruhan nefelometrik (NTU) atau unit kekeruhan formazin (FTU).

Kekeruhan

Kekeruhan disebabkan oleh padatan tersuspensi, seperti pasir, endapan lumpur dan tanah liat, yang mengambang di air. Cahaya memantulkan partikel-partikel tersebut, yang membuat air terlihat keruh atau kotor. Kekeruhan diukur dengan menggunakan unit kekeruhan nefelometrik (NTU) atau unit kekeruhan formazin (FTU).

Kekeruhan tidak akan membuat Anda sakit; namun, kadar kekeruhan yang tinggi seringkali dikaitkan dengan kadar mikroorganisme yang lebih tinggi (yakni, bakteri, virus, protozoa) karena mereka melekat sendiri pada partikel-partikel di dalam air. Oleh karena itu, kami harus berhati-hati terhadap air keruh karena umumnya air keruh memiliki lebih banyak patogen, sehingga dengan meminumnya akan meningkatkan peluang untuk sakit. Air keruh dapat disaring dengan filter air Nazava. 

TDS

Total padatan yang larut (TDS) adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan tentang garam anorganik (terutama natrium klorida, kalsium, magnesium, dan kalium) dan sejumlah bahan organik yang larut dalam air. Secara teknis, zat apapun yang larut dalam air dapat berkontribusi dengan kadar TDS.

TDS adalah ukuran untuk kandungan bahan kimia, namun terdaftar sebagai aspek fisik karena dikategorikan sebagai konduktivitas listrik. Selama air tidak terasa asin, TDS tidak membahayakan kesehatan.

•  Tawar : <1.000 mg/L TDS

•  Payau : 1.000±5.000 mg/L TDS

•  Sangat Payau : 5.000±15.000 mg/L TDS

•  Salina : 15.000±30.000 mg/L TDS

•  Air Laut : 30.000±40.000 mg/L TDS

Dampak Kesehatan yang Potensial

Meskipun tidak ada dampak langsung terhadap kesehatan dengan meminum air yang memiliki konsentrasi TDS tinggi, namun keberadaan padatan yang larut dalam air dapat menimbulkan efek rasa. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2003), status air minum telah dinilai oleh panel ahli penguji coba terkait dengan konsentrasi TDS sebagai berikut :

•  Sempurna: <300 mg/L

•  Baik: 300-600 mg/L

•  Cukup: 600-900 mg/L

•  Buruk: 900-1.200 mg/L

•  Tidak dapat diterima: >1.200 mg/L

Sebagian orang ada yang merasakan asin pada air minum dengan kadar sekitar 500 mg/L. Hal ini membuat mereka tidak ingin menggunakannya lagi dan lebih memilih air yang lain, yang kemungkinan sudah tercemar sumber airnya. Air dengan konsentrasi TDS yang sangat rendah (misalnya, air hujan) juga tidak dapat diterima karena rasanya yang tawar.

Standar Baku Mutu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak memiliki standar khusus untuk padatan yang terlarut karena padatan ini terjadi pada air minum dengan konsentrasi rendah dimana dampak terhadap kesehatan bisa saja terjadi. Sebagian besar orang akan menolak air minum tersebut disebabkan oleh baunya, rasanya, dan warnanya yang kadarnya jauh lebih rendah dari yang dibutuhkan. Orang-orang umumnya tidak suka dengan rasa air yang memiliki kadar TDS lebih dari 600 mg/L (WHO, 2011).

Opsi Pengolahan Air Rumah Tangga

Tidak ada opsi pengolahan praktis untuk air rumah tangga yang dapat menghilangkan seluruh padatan yang larut dalam air minum. Filter Air Nazava  tidak mengurangi karena bahan kimia dan materi organik larut dalam air. Kami menyarankan untuk menggunakan air hujan jika kadar TDS terlalu tinggi. Air hujan adalah sumber yang baik untuk diminum setalah disaring dengan filter air Nazava. 

Referensi
•  UNICEF (2008). UNICEF Handbook on Water Quality. UNICEF, New York, USA.
•  Water Quality Association (n.d.). Water Classification. 
•  World Health Organization (2003). Total Dissolved Solids in Drinking-Water
•  Background Document for Development of WHO Guidelines for Drinking-Water Quality. WHO, Geneva, Switzerland
•  World Health Organization (2011). Guidelines for Drinking-Water Quality, Fourth Edition, WHO, Geneva, Switzerland. 

ASPEK KIMIA

Air dapat mengandung bahan kimia yang bisa saja menguntungkan namun bisa juga berbahaya bagi kesehatan kita. Banyak cara dimana bahan kimia dapat masuk ke dalam pasokan air minum melalui proses alami yang berbeda dan aktivitas manusia. Bahan kimia terbentuk secara alami, seperti arsenik, fluorida, zat besi dan mangan, yang umumnya ditemukan pada air tanah. Aktivitas manusia dapat menambah bahan kimia lain ke dalam pasokan air, seperti nitrogen dan pestisida. Di Indonesia, ada peningkatan aktivitas industri yang tidak menyimpang dari standar dan peraturan lingkungan. Hasilnya, sumber air yang tercemar oleh limbah bahan kimia industri menjadi bertambah banyak.

Bahan Kimia Utama

Tidak seperti pencemaran mikrobiologi, sebagian besar bahan kimia dalam air minum akan berdampak terhadap kesehatan setelah pemakaian jangka panjang. Kontaminasi bahan kimia seringkali terjadi tanpa disadari hingga akhirnya penyakit itu diderita sampai tingkat kronis. Besarnya pengaruh terhadap kesehatan tergantung pada bahan kimia itu sendiri dan konsentrasinya, serta pemakaian jangka panjang. Hanya sedikit bahan kimia yang dapat menimbulkan masalah pada kesehatan setelah pemakaian jangka pendek, seperti nitrat, kecuali kontaminasi pasokan air minum yang banyak (WHO, 2011).

Tidak mungkin menguji seluruh bahan kimia yang terkandung dalam air yang dapat menimbulkan masalah kesehatan. Sebagian besar bahan kimia jarang terkandung di dalamnya, dan hasil dari kontaminasi manusia di wilayah terpencil hanya berpengaruh sedikit terhadap sumber air.

Namun, 3 (tiga) jenis bahan kimia berpotensi untuk menjadi penyebab masalah kesehatan dan sudah tersebar di beberapa wilayah besar. Bahan kimia tersebut adalah arsenik dan fluorida, nitrat dan mangan. Arsenik dan fluorida jarang ada di Indonesia. Namun, banyak konsumen di Indonesia yang sangat memperhatikan kalsium (atau zat pengeras) dan zat besi dimana kedua bahan kimia tersebut tidak beresiko terhadap kesehatan.

pH air tanah tidak pernah bermasalah. Dibawah ini adalah penjelasan yang lebih lengkap tentang sifat-sifat bahan kimia yang utama dari unsur-unsur yang berpotensi menimbulkan bahaya: Mangan dan nitrat. Dua hal yang dipermasalahkan adalah Kalsium (zat pengeras) dan Zat Besi serta keasaman/alkalinitas (pH).

Bahan Kimia Utama : Mangan  

Mangan dapat ditemukan secara alami dalam air tanah dan air permukaan. Umumnya, mangan terbentuk bersamaan dengan zat besi. Namun, aktivitas manusia juga dapat menjadi penyebab kontaminasi mangan di beberapa wilayah.

Konsentrasi mangan yang tinggi dapat mengubah warna air menjadi hitam. Hal ini juga menyebabkan rasa air berubah, mengotori pipa air dan binatu, serta membentuk lapisan pada pipa air. Beberapa jenis bakteri memakan mangan dan menyisakan endapan berwarna coklat-hitam yang juga dapat menyumbat pipa.

Dampak Kesehatan

Manusia hanya membutuhkan sedikit mangan untuk membuat tubuhnya agar tetap sehat, dan makanan menjadi sumber utama mangan bagi manusia. Namun, terlalu banyak mangan dapat menimbulkan efek syaraf yang merugikan khususnya pada anak-anak dan orang tua (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2072823/)

Panduan Organisasi Kesehatan Dunia

Mangan dianggap sebagai faktor kesehatan yang semakin penting. WHO tidak menetapkan nilai panduan tetapi memberikan standar nilai 0,4 mg/l.

Opsi Pengolahan Air Rumah Tangga

Filter Air Nazava dapat menyaring hingga 50% dari mangan yang terkandung dalam air minum. Kelebihan mangan dapat diserap melalui penjernih air Nazava Mangan. Di beberapa wilayah, kandungan mangannya sangat tinggi, lebih dari 1 mg/l. Disarankan untuk menggunakan air hujan. Air hujan selalu aman untuk diminum setelah disaring oleh filter air minum Nazava.

Bahan Kimia Utama: Nitrat dan Nitrit

Nitrat dan nitrit adalah bahan kimia yang terbentuk secara alami di lingkungan. Nitrat (NO3-) adalah nutrisi tumbuhan yang penting dan ditemukan dengan konsentrasi yang berbeda di seluruh tanaman. Nitrit (NO2-) umumnya tidak ditemukan pada konsentrasi yang signifikan di lingkungan, karena nitrat merupakan bahan kimia yang lebih stabil.

Dampak Kesehatan

Kadar nitrat dan nitrit yang tinggi dapat menyebabkan penyakit yang serius. Masalah kesehatan yang utama adalah metaemoglobinaemia, atau sindrom bayi biru, yang terjadi pada bayi yang diberi susu formula dengan air minum di botol. Ini membuat mereka sulit bernapas dan kulitnya berubah menjadi biru karena kekurangan oksigen. Ini bukan penyakit biasa.

Standar Organisasi Kesehatan Dunia

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan bahwa air minum harus memiliki kadar nitrat kurang dari 50 mg/L dan kadar nitrit 3 mg/L agar terlindung dari metaemoglobinaemia pada botol minum bayi (penggunaan jangka pendek). Selain itu, jumlah rasio konsentrasi masing-masing bahan kimia tersebut sesuai dengan nilai standarnya adalah tidak melebihi 1 (WHO, 2011).

Di sebagian besar negara, kadar nitrat pada air permukaan tidak lebih dari 10 mg/L, meskipun kadar nitrat pada air sumur seringkali melebihi 50 mg/L. Standar WHO ditetapkan secara khusus untuk botol minum bayi yang sangat peka terhadap nitrat dan nitrit dalam air minum. Oleh karena itu, nilai standar sudah lebih dari cukup untuk anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa (WHO, 2011).

Opsi Pengolahan Air Rumah Tangga

Cara terbaik untuk mengolah nitrat dan nitrit pada air tanah atau air permukaan adalah dengan menggunakan sumber air minum yang berbeda, seperti air hujan.

Kadar nitrat yang tinggi seringkali dihubungkan dengan kadar kontaminasi mikrobiologi yang lebih tinggi karena nitrat bisa berasal dari pupuk atau kotoran. Jika kadar nitrat tinggi, maka orang-orang hendaknya membersihkan air mereka untuk menghilangkan kontaminasi mikrobiologi yang potensial.

Risiko anggapan : Zat Besi

Zat besi dapat ditemukan secara alami pada air tanah dan beberapa air permukaan (seperti anak sungai, sungai dan sumur yang dangkal). Ada beberapa wilayah di dunia yang memiliki kadar zat besi tinggi secara alami pada air tanahnya. Zat besi juga dapat ditemukan pada air minum yang mengalir melewati baja berkarat atau pipa besi cor.

Zat besi dapat berbentuk 2 (dua) jenis di dalam air: larut dan tersuspensi. Jika air tanah berasal dari sumur tabung yang dalam, maka zat besi akan dapat larut dan tidak terlihat. Namun, jika zat besi tersingkap di udara, maka umumnya akan mengubah warna air menjadi hitam atau oranye. Jika air permukaan mengandung zat besi, maka warnanya akan berubah menjadi oranye kemerah-merahan karena kandungan zat besi yang tersuspensi di dalam air.

Zat besi merupakan gangguan ± kadar tinggi yang dapat menyebabkan warna dan rasa berubah serta dapat menimbulkan noda pada makanan yang dimasak, pipa air, dan binatu. Beberapa jenis bakteri menggunakan zat besi yang dapat larut sebagai sumber energi dan menyisakan endapan berwarna merah berlumpur yang dapat menyumbat pipa air.

Dampak Kesehatan

Air minum dengan konsentrasi zat besi tinggi tidak akan membuat orang sakit. Namun, zat besi dapat mengubah warna dan bau air serta dapat membuat orang tidak ingin menggunakannya lagi dan memilih air yang lain, yang kemungkinan sudah tercemar sumber airnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak memiliki nilai standar untuk zat besi pada air minum karena zat besi ini tidak menimbulkan dampak yang berbahaya bagi kesehatan (WHO, 2011).

Kadar zat besi diatas 0,3 mg/L dapat mengotori pipa air dan pakaian selama proses pencucian.

Opsi Pengolahan Air Rumah Tangga

Filter air minum Nazava, yang dirancang untuk menghilangkan patogen, juga dapat digunakan untuk menghilangkan 80% zat besi dari air minum. Kadar zat besi yang tinggi dapat mengakibatkan penyaring air tersumbat dengan cepat. Jika kandungan zat besinya tinggi disarankan untuk mengendapkan air terlebih dahulu.

Resiko Anggapan (yang salah): Kapur (Kalsium dan Magnesium (Kesadahan) dalam air

Kalsium dan magnesium yang membentuk pengerasan terdapat pada banyak batuan sedimen, sebagian besar terdapat pada batu kapur dan kapur. Kalsium dan magnesium umumnya merupakan kandungan mineral yang penting dalam makanan.

Dampak Kesehatan yang Potensial

Kandungan kalsium dianggap sebagai masalah utama di beberapa wilayah di Indonesia karena dipercaya berkaitan dengan batu ginjal. Air keras dapat menimbulkan skala pada ketel uap dan membuat sabun menjadi lebih sulit untuk larut. Pengendapan kalsium dari air keras juga dapat menghambat pipa dan merusak unsur-unsur pemanas mesin cuci. Namun, berdasarkan kajian literatur yang dilakukan oleh WHO, kalsium diet dapat mengurangi timbulnya batu ginjal . Para ilmuwan tidak yakin bahwa dengan memakan makanan khusus dapat menyebabkan penyakit batu ginjal pada orang yang rentan. Orang-orang yang tidak minum cukup cairan juga dapat terkena resiko batu ginjal karena urinnya lebih pekat.  

Meskipun mengkonsumsi kalsium yang banyak pada makanan dan minuman tidak ada hubungannya dengan resiko kesehatan, namun mengkonsumsi kalsium yang terlalu sedikit juga berpengaruh terhadap resiko osteoporosis, nefrolitiasis (batu ginjal), kanker kolorektal, hipertensi dan stroke, penyakit jantung koroner, resistensi insulin dan obesitas.

Konsumsi kalsium rata-rata harian untuk anak sekolah dasar di Bandung diketahui hanya 228 mg/l dimana konsumsi yang disarankan adalah 800-1300 mg per hari. Seluruh anak rata-rata kekurangan Kalsium. Kalsium yang terkandung dalam air akan diserap secara efektif oleh tubuh dan sifatnya seefektif kalsium dari susu untuk pembentukan tulang serta dapat mengurangi osteoporosis. Karena begitu pentingnya Kalsium dan akan menjadi masalah besar jika kekurangan Kalsium, maka sumber air yang kaya akan kalsium dapat dianggap sebagai faktor yang paling penting.                                

Standar Baku Mutu Organisasi Kesehatan Dunia

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak menetapkan standar kadar kalsium dan/atau magnesium dalam air minum karena tidak ada dampak kesehatan yang merugikan (WHO, 2011). 

Air yang mengandung kapur bisa diminum dengan aman setelah disaring filter air Nazava seperti filter air Bening 1

Resiko Anggapan : pH

pH adalah kadar keasaman atau alkalinitas dalam air. pH untuk air minum umumnya antara 6,5 dan 8,0. Air pada 25°C  dengan pH kurang dari 7,0 dianggap mengandung keasaman, sedangkan pH lebih dari 7,0 dianggap sebagai pH dasar (alkalin). Jika kadar pH adalah 7,0, maka air diangggap memiliki pH netral.

phjpg

Dampak Kesehatan yang Potensial

Tidak ada dampak kesehatan langsung terhadap pH dengan kadar normal yang ditemukan pada air minum.

Standar Organisasi Kesehatan Dunia

Tidak ada standar nilai Organisasi Kesehatan Dunia untuk pH karena tidak menimbulkan dampak terhadap kesehatan dengan kadar yang ditemukan pada air minum. Namun, WHO mencatat bahwa pH merupakan parameter kualitas air operasional yang penting (WHO, 2011). 

Metode Pengujian Kualitas Air

pH dapat diuji dengan menggunakan laboratorium komersial atau alat uji portabel. pH dapat diuji dengan mudah di lokasi dengan menggunakan meter pH digital atau alat penguji. 

Air dengan pH yang tinggi dan juga air dengan pH yang rendah bisa diminum dengan aman seteleh difilter dengan penyaring air Minum Nazava.

Referensi
•  United Nations Environment Programme and the World Health Organization (1996). Water
•  Quality Monitoring – A Practical Guide to the Design and Implementation of Freshwater Quality Studies and Monitoring Programmes. EF&N Spon, an imprint of Chapman & Hall, London, UK.
 UNICEF (2008). UNICEF Handbook on Water Quality, UNICEF, New York, USA. 
 UNICEF (2010). Technical Bulletin No.6, Water Quality Assessment and Monitoring, UNICEF, Supply Division, Copenhagen, Denmark
•  World Health Organization (1997). Guidelines for Drinking Water Quality, Second Edition, Volume 3, Surveillance and Control of Community Supplies. WHO, Geneva, Switzerland
 World Health Organization (2011). Guidelines for Drinking-Water Quality, Fourth Edition, WHO, Geneva, Switzerland
 World Health Organization (2012). Rapid Assessment of Drinking-Water Quality: A Handbook for Implementation. WHO, Geneva, Switzerland

Aspek Bakteriologi

Secara alami, air mengandung banyak makhluk hidup. Sebagian besar berbahaya atau bahkan menguntungkan, tetapi yang lainnya dapat juga menimbulkan penyakit. Makhluk hidup yang dapat menimbulkan penyakit juga dikenal sebagai patogen. Kadangkala patogen disebut dengan nama lain, seperti mikroorganisme, mikroba atau kutu busuk, tergantung pada bahasa lokal atau negara yang bersangkutan.

Meskipun ada beberapa zat pencemar di dalam air yang berbahaya bagi manusia, namun prioritas utama adalah memastikan bahwa air minum bebas dari patogen. Resiko terbesar bagi kesehatan masyarakat umum terhadap mikroorganisme di dalam air yang berhubungan dengan air minum dicemarkan oleh kotoran manusia dan hewan (WHO, 2011).

Di Indonesia, sekitar 24.000 anak dibawah umur 5 tahun meninggal setiap tahunnya dikarenakan menderita penyakit diare dan jumlah yang banyak ini berkaitan dengan air, sanitasi dan kebersihan. Bagi setiap anak yang meninggal dunia, tidak memandang apakah dia menderita gizi buruk ataupun berpendidikan rendah.

Standar baku mutu WHO untuk Zat Pencemar Mikrobiologi

Panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Kualitas Air Minum mengusulkan bahwa seluruh air yang ditujukan untuk diminum harus memiliki kontaminasi kotoran nol dalam 100 mL sampel (WHO, 2011). Escherichia coli (juga dikenal sebagai E. coli) adalah organisme indikator yang dipilih untuk menunjukkan bahwa tidak ada kontaminasi kotoran di dalam air minum.

Opsi Pengolahan Air Rumah Tangga

Filter air Nazava sangat efektif untuk menghilangkan bakteri dari air minum. Air setelah filter Nazava telah diuji coba di banyak laboratorium