Nazava.com– Batik merupakan warisan budaya luhur bangsa Indonesia yang diakui secara internasional. Namun, di balik keindahan helai kain dan kerumitan motifnya, proses produksi batik, khususnya pada tahap pewarnaan, menghasilkan limbah cair yang menjadi tantangan besar bagi kelestarian lingkungan.

Menjawab tantangan tersebut, Nazava resmi menjadi bagian dari konsorsium Green Batik Pekalongan. Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk menciptakan inovasi pengolahan limbah batik ramah lingkungan yang terjangkau, efisien, serta memenuhi standar baku mutu lingkungan secara tepat dan berkelanjutan.

Proyek Pilot Dipaparkan pada Forum WINNER 2026

Perkembangan dan capaian dari proyek pilot pengolahan limbah ini telah dipaparkan secara mendalam pada thematic session WINNER 2026: Green Batik Challenge yang diselenggarakan pada 7 Oktober 2026.

Acara yang berlangsung secara hybrid di Universitas Trisakti dan disiarkan langsung via Zoom ini menjadi wadah penting untuk membagikan wawasan praktis. Para pengusaha batik di Pekalongan mendapatkan edukasi langsung mengenai penerapan teknologi pengelolaan air limbah yang efisien dan ramah lingkungan.

Urgensi Pengelolaan Air Limbah Batik yang Terjangkau

Sebagian besar industri batik di Indonesia, khususnya di wilayah Pekalongan, didominasi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kendala utama yang sering dihadapi para perajin adalah tingginya biaya investasi dan operasional Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL) konvensional.

Melalui Green Batik Project, solusi yang dihadirkan berfokus pada tiga pilar utama:

  • Terjangkau untuk UMKM: Sistem dirancang agar dapat dijangkau oleh anggaran perajin batik skala kecil hingga menengah.
  • Sesuai Standar Baku Mutu: Memastikan air hasil olahan limbah aman dan memenuhi regulasi pemerintah sebelum dialirkan ke lingkungan.
  • Berkelanjutan: Menggunakan metode dan material yang tahan lama serta mudah dirawat oleh masyarakat setempat.

Menjaga Warisan Budaya Sekaligus Kelestarian Alam

Keterlibatan Nazava dalam proyek ini menegaskan komitmen perusahaan yang tidak hanya berfokus pada penyediaan air minum bersih, tetapi juga berkontribusi nyata pada pelestarian ekosistem.

Masa depan industri batik Indonesia tidak hanya diukur dari keindahan estetika seni dan nilai ekonomisnya, melainkan juga dari proses produksi yang bersih, bertanggung jawab, dan ramah lingkungan. Melalui sinergi konsorsium Green Batik Pekalongan, warisan budaya batik dapat terus lestari tanpa mengorbankan kualitas lingkungan hidup generasi mendatang.