Banjir Konser diikuti dengan Sampah Plastik yang Menumpuk

Nazava.com – Isu mengenai sampah plastik sudah bukan hal biasa yang kita dengarkan. Bahkan, akhir-akhir ini kita sering melihat berbagai dampak yang terjadi dari penumpukan sampah plastik sekali pakai.  Nyatanya, ada berbagai lembaga atau komunitas yang mulai membangun kampanye mengenai pengurangan penggunaan plastik.

Adapun salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membawa botol minum supaya tidak perlu membeli minuman dalam kemasan plastik. Selain itu, kita dapat mengganti produk minuman berbahan plastik dengan bahan yang lebih ramah lingkungan.Hanya saja, bagi sebagian orang belum cukup sadar masalah lingkungan ini. Hal ini dapat terlihat dalam segala rangkaian event konser yang sedang banyak berlangsung akhir-akhir. 

Konser Banjir Sampah Plastik Menumpuk

Sebagai contoh, konser Hit In The Clouds yang baru berlangsung awal Desember lalu. HITC adalah festival musik terbesar di Asia yang berlangsung di Community Park PIK 2, Jakarta Utara pada 3 – 4 Desember 2022. Jajaran artis yang mengisi diantaranya adalah NIKI, Jackson Wang, Rich Brian, Warren Hue, Stephanie Poetri, Chung Ha, ZICO, Yoasboi dan lain sebagainya. Meskipun nampak memberikan hiburan pada penonton, namun siapa sangka ada banyak tumpukan sampah yang ditinggalkan dalam skala yang cukup besar. 

Kabarnya dari pihak panitia memberikan fasilitas jas hujan plastik gratis pada penonton. Pasalnya, saat acara sedang berlangsung terjadi hujan ringan. Tujuannya supaya penonton tidak kehujanan ketika menikmati konser yang diadakan secara terbuka. 

Pendapat Netizen dengan Penumpukan Sampah Plastik

Beberapa netizen ada yang berpendapat supaya lain waktu apabila ada kejadian seperti ini lagi lebih baik pada penonton membawa pulang sampah mereka masing-masing ketika acara sudah selesai sehingga mengalami penumpukan sampah yang berlebihan. Selain itu, melalui situs media twitter menyampaikan jika membuang sampah sembarangan bukan dilihat dari status sosial tapi cara berpikir seseorang. 

Pendapat itu muncul karena anggapannya bahwa para penonton dari HITC tergolong sebagai orang berduit dengan akses informasi yang mudah dan pendidikan tinggi. Apalagi jika kita melihat dari  harga tiket konser HITC yang dapat dikatakan tidaklah murah.

Dampak dari penumpukan sampah ini bukan hanya terjadi ketika acara sudah selesai. Bahkan ada beberapa penonton yang hampir karena tidak sengaja menginjak jas hujan basah dan licin. Maka dari itu, ini dapat mencelakai orang lain di tengah padatnya penonton yang datang akibat membuang sampah plastik sembarangan. Solusi lainnya mungkin dari pihak panitia bisa memberikan tempat sampah khusus untuk plastik sehingga mereka tidak membuang sembarangan.

Tanggapan dari Pemerintah Mengenai Penumpukan Sampah Plastik

Dari pihak pemerintah, Sandiaga Uno Selaku Menparekraf menyampaikan membuang sampah sembarangan di area konser merupakan perilaku yang buruk. Harapannya hal itu tidak diulang kembali dan sebagai penonton Indonesia dengan penampil dari luar negeri seharusnya kita bisa menunjukkan sisi Indonesia yang ramah pada orang dan lingkungan dengan menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Intinya, Sandiaga Uno meminta para penonton konser tidak membiarkan sampah berceceran setelah bahkan saat acara berlangsung.